Pontianak (ANTARA News) - Masyarakat di Kalimantan Barat akan memperingati Hari Berkabung Daerah, Senin (28/6) terkait pembunuhan puluhan ribu warga di masa penjajahan Jepang. "Masyarakat Kalimatan Barat (Kalbar) diimbau untuk memasang bendera setengah tiang," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemerintash provinsi (Pemprov) Kalbat Numsuan Madsun di Pontianak, Minggu.

Ia melanjutkan, seperti tahun sebelumnya peringatan Hari Berkabung Daerah Kalbar dipusatkan di Monumen Daerah Mandor, Kabupaten Landak, sekitar 86 kilometer dari Pontianak. Kegiatannya berupa upacara khusus di areal makam tersebut.

Tahun ini Kepala Polda Kalbar Brigjen Pol Erwin TPL Tobing dijadwalkan menjadi Inspektur Upacara (Irup).

Pikirkan tentang apa yang telah Anda baca sejauh ini. Apakah itu memperkuat apa yang telah Anda ketahui tentang latest cheat? Atau ada sesuatu yang sama sekali baru? Bagaimana dengan sisa paragraf?

Biasanya upacara itu akan diikuti ratusan peserta dari berbagai unsur seperti Muspida Provinsi dan kabupaten/kota, kerabat korban, pelajar, ahli waris, kalangan pemerintahan dan polisi serta TNI.

Ia menambahkan, peringatan tersebut sudah dituangkan dalam Peraturan Daerah No 5 Tahun 2007 tentang Hari Berkabung Daerah.

Para korban dibunuh pada rentang waktu 1942 - 1945 dengan jumlah korban diperkirakan 21.037 orang.

Areal makam di Mandor itu tersebar di beberapa lokasi. Setelah upacara, dilanjutkan dengan ziarah ke kompleks Makam Mandor.(T011/Z002)